Penandatanganan NPHD, Dukung Terwujudnya Pilkada 2024 Berkualitas di Kabupaten Wonosobo
Ratna Sulistiyani - Admin 09-07-2026 09:58:52
views | Share:

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus memperkuat tata kelola data daerah melalui Pelatihan Pengelolaan Data Geospasial pada Geoportal PALAPA Versi 5, Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pemanfaatan data spasial yang lebih lengkap, akurat, terstandar, dan terintegrasi dalam kerangka Satu Data Indonesia.

Pelatihan yang menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geospasial tersebut diikuti oleh unsur Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo. Ketiga perangkat daerah tersebut memiliki peran penting dalam penyelenggaraan data geospasial, mulai dari pembinaan, pengelolaan, hingga penyediaan data spasial strategis daerah.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya informasi geospasial sebagai dasar perencanaan pembangunan, evaluasi kinerja pemerintah daerah, serta pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Data geospasial tidak hanya menjadi peta digital, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk membaca kondisi wilayah, memetakan potensi, dan menyusun kebijakan berbasis bukti.

Geoportal PALAPA sendiri diperkenalkan sebagai platform nasional untuk penyimpanan, validasi, pengelolaan, dan publikasi data spasial secara terpusat. Dalam praktiknya, pengelolaan data pada geoportal meliputi inventarisasi data, pengunggahan data spasial, pengisian metadata, verifikasi, penjaminan kualitas, hingga publikasi layanan data atau peta digital.

Salah satu poin penting dalam pelatihan ini adalah pembagian peran antara Pembina Data, Walidata, dan Produsen Data. Produsen Data bertugas menghasilkan data geospasial sesuai kewenangan sektoral, menyiapkan dokumen referensi, serta melakukan quality evaluation dan quality control. Walidata berperan mengelola daftar data geospasial, membuat akun pengguna, memeriksa kelengkapan dokumen, serta menerbitkan quality assurance sebelum data dipublikasikan. Sementara itu, Pembina Data Geospasial berperan melakukan koordinasi, pembinaan standar data, dan memastikan sinkronisasi antarperangkat daerah.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pengelolaan metadata spasial melalui Portal Tanah Air Indonesia. Metadata menjadi aspek penting agar setiap data geospasial memiliki informasi yang jelas, dapat ditelusuri, dan sesuai dengan standar nasional, termasuk Katalog Unsur Geografis Indonesia atau KUGI.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan melakukan identifikasi perangkat daerah yang menghasilkan data geospasial, menyusun inventarisasi daftar data geospasial daerah, menyiapkan dokumen referensi dan metadata, serta memperkuat koordinasi antara Pembina Data, Walidata, dan Produsen Data.

Dengan penguatan Geoportal PALAPA, Pemkab Wonosobo berharap pengelolaan data geospasial daerah semakin tertata, mudah dibagipakaikan antarinstansi, serta mampu mendukung pembangunan daerah yang lebih presisi, transparan, dan berbasis data.