Penandatanganan NPHD, Dukung Terwujudnya Pilkada 2024 Berkualitas di Kabupaten Wonosobo
Ratna Sulistiyani - Admin 18-02-2026 16:12:07
views | Share:

WONOSOBO (13/2/2026) – Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berupaya memperkuat tata kelola data demi pembangunan yang lebih terukur. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab menggelar kegiatan inovatif bertajuk "Jumat Cantik" (Jumat Cinta Statistik) yang dilaksanakan di Ruang Media Center Diskominfo pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, termasuk Bappeda, BPS, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, BKD, Dinas PUPR, serta DPMPTSP.

Bukan Sekadar Angka, Tapi Fondasi Pembangunan

Kepala Bidang Informatika Diskominfo Wonosobo, Sugeng Riyadi, menegaskan bahwa Jumat Cantik bukan sekadar rapat rutin, melainkan sarana edukasi tata kelola Satu Data Indonesia (SDI). Tujuannya jelas: mendorong OPD agar mampu menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Perencanaan pembangunan harus berbasis data atau data-driven planning. Pengajuan kegiatan dan anggaran ke depan diharapkan berbasis pada kajian data yang valid dan terverifikasi," ujar Sugeng dalam arahannya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-OPD untuk membangun Satu Data Wonosobo, di mana OPD yang hadir diharapkan menjadi role model bagi instansi lainnya.

Tantangan Statistik Sektoral dan EPSS

Dalam sesi materi, Rizki Arifin dari BPS Kabupaten Wonosobo memaparkan tentang Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Rizki menyoroti bahwa kebutuhan terhadap data semakin meningkat, sehingga ketersediaannya harus optimal.

"Terdapat lima kriteria kematangan dalam penyelenggaraan statistik sektoral. Kita perlu melakukan reviu data secara berkala untuk memastikan konsistensi terjaga, validasi periodik, dan proses pengolahan yang terdokumentasi dengan baik," jelas Rizki.

Lebih lanjut, ditekankan pula prinsip-prinsip utama Satu Data Indonesia (SDI) yang wajib dipenuhi, yaitu:

  • Standar Data: Konsep dan definisi harus memiliki pakem yang jelas.
  • Metadata: Informasi mendetail mengenai kegiatan statistik.

  • Interoperabilitas: Data dapat dibagipakaikan dengan mudah.

  • Kode Referensi: Penggunaan kode yang seragam.

Menghindari Duplikasi dengan Gardu Perencanaan

Bappeda Kabupaten Wonosobo turut menyampaikan strategi teknis melalui pembahasan "Gardu Perencanaan". Sistem ini sedang dibangun untuk menghindari duplikasi data, sehingga OPD cukup melakukan satu kali input untuk berbagai referensi. Selain itu, ditegaskan bahwa data di Gardu Perencanaan harus ditandatangani Kepala OPD sebagai bentuk validasi dan pertanggungjawaban.

Komitmen Berkelanjutan

Sekretaris/Bidang Informatika, Ratna Sulistiyani, mengingatkan kembali peran krusial Walidata. "Walidata akan melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum data disebarluaskan. Penting bagi kita untuk memiliki rekomendasi statistik agar kegiatan ini dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Kegiatan Jumat Cantik ini direncanakan akan diadakan secara rutin setiap dua minggu atau sebulan sekali sebagai wujud komitmen Pemkab Wonosobo dalam "mencintai" statistik demi kemajuan daerah. Dengan data yang berkualitas, transformasi menuju Indonesia Emas 2045 dapat dibangun di atas fondasi yang kokoh.